Langkah-Langkah Dalam User Testing Pengembangan Produk

Langkah-Langkah Dalam User Testing Pengembangan Produk

User testing adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi UX (User Experience) suatu produk atau situs dengan menguji kegunaan produk atau situs terhadap sekelompok pengguna atau pelanggan. Langkah-langkah dalam user testing dilakukan dengan menguji kegunaan produk atau situs terhadap sekelompok pengguna atau pelanggan.

Metode ini adalah cara yang bagus bagi Peneliti UX untuk menentukan apakah produk dan situs mereka benar-benar mudah digunakan untuk pengguna nyata. User testing dapat dilakukan berulang kali sesuai dengan kebutuhan pengembangan produk.

Bagaimana Langkah-Langkah Dalam User Testing?

  1. Putuskan apa yang akan diuji

Putuskan bagian mana dari produk atau situs Anda yang ingin Anda uji. Pertimbangkan pertanyaan mendesak tentang interaksi pengguna dengan bagian tertentu dari produk atau situs Anda.

Apa yang ingin Anda ketahui? Kumpulkan semua pemikiran Anda tentang mengembangkan produk Anda dan kemudian buat hipotesis yang kuat sebagai dasar untuk pengujian.

  1. Pilih tugas yang ingin Anda uji dalam tes

Rancanglah tugas yang akan Anda berikan pada partisipan dalam usability testing agar sesuai dengan tujuan yang ingin Anda uji tadi. Apa itu tugas? Tugas dalam user testing adalah kegiatan realistis yang mungkin dilakukan peserta dalam kehidupan nyata dalam kaitannya dengan penggunaan produk atau situs.

Dalam melakukan user testing dibutuhkan tiga elemen dasar yaitu fasilitator, tugas, dan partisipan. Fasilitator akan memberi tugas pada partisipan. Baru kemudian ketika partisipan menjalankan tugas yang diberikan, fasilitator akan mengamati perilaku, mengajukan pertanyan  dan mendengar masukan mereka.

  1. Tetapkan standar untuk sukses

Setelah Anda mengetahui apa yang harus diuji dan bagaimana mengujinya, pastikan untuk menetapkan kriteria yang jelas untuk menentukan keberhasilan setiap tugas. Ini diperlukan agar Anda dapat dengan mudah dan tepat menentukan apakah UX produk atau situs Anda intuitif atau tidak.

  1. Tulis skrip skenario pengujian

Tulis skrip tes dengan jelas. Sertakan tujuan penelitian, berikan informasi latar belakang tentang produk atau situs, sertakan pertanyaan untuk mempelajari pengetahuan peserta tentang produk atau situs, dan tugas yang harus mereka lakukan dalam tes. Berikan skenario tes kepada fasilitator atau mediator di setiap sesi tes agar prosesnya konsisten dan tidak bias.

  1. Delegasikan peran

Fasilitator atau mediator harus netral dan mampu membimbing peserta saat mengikuti naskah yang ketat. Pilih orang dari tim yang dikenal netral dan mampu membuat peserta merasa nyaman dalam ujian.

Pastikan juga bahwa ada catatan selama pengujian kegunaan dari temuan yang dapat digunakan sebagai informasi penting untuk membuktikan atau menyangkal hipotesis di awal.

  1. Menemukan peserta

Beberapa ahli menyarankan agar tes dilakukan pada 5 peserta. Namun ukuran sampel ini terlalu sulit untuk dikatakan mewakili basis pengguna sebenarnya dari produk atau situs Anda. Oleh karena itu, buat persona pengguna yang paling detail dan spesifik.

Sesuaikan jumlah dengan kriteria standar pelanggan Anda. Untuk memotivasi partisipasi peserta, berikan insentif sebagai bentuk apresiasi.

  1. Jalankan tes

Selama user testing, minta peserta untuk menyelesaikan satu tugas pada satu waktu tanpa bantuan atau bimbingan. Jangan memberikan jawaban jika mereka bertanya kepada Anda bagaimana melakukan sesuatu. Ingat, tujuan pengujian ini adalah untuk melihat bagaimana pengguna benar-benar berinteraksi dengan antarmuka produk atau situs Anda.

  1. Analisis data

Langkah-langkah dalam user testing yang terakhir ialah, kumpulkan semua data dari hasil pengujian dan kemudian lakukan analisis untuk menemukan pola masalah, mengukur seberapa parah masalah dalam menggunakan produk dan memberikan rekomendasi yang sesuai kepada tim terkait. Saat menganalisis juga perhatikan kinerja pengguna dan perasaan mereka saat menggunakan produk.

Leave a Reply

Your email address will not be published.