POPULER NASIONAL Kedubes Malaysia Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya | 12 Lokasi Pelatihan Terorisme 

POPULER NASIONAL Kedubes Malaysia Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya | 12 Lokasi Pelatihan Terorisme 

Inilah berita populer nasional dalam 24 jam terakhir. Mulai dari berita Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan menemui pemulung belakang kantor Kemensos. Kedubes Malaysia kecam parodi Lagu Indonesia Raya.

Kemudian artikel pemerintah tutup akses warga asing masuk Indonesia per 1 14 Januari. Hingga berita 12 lokasi pelatihan terorisme Jamaah Islamiyah di Jawa Tengah. Hari pertama berdinas sebagai Menteri Sosial, Tri Rismahirini alias Risma menemui seorang pemulung di kawasan aliran Sungai Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial.

Dari atas jembatan, tepatnya di Fly Over Pramuka, Jalan Pramuka Sari II, Risma berdialog dengan seorang pemulung dengan gerobaknya yang bersiap melakukan rutinitas pagi bersama istrinya. Risma berdialog menanyakan berbagai hal kepada pasangan suami istri ini. Dari obrolan Risma, diketahui dari hasil memulung mereka mendapatkan hasil Rp800 ribu/bulan.

Sebagian dari penghasilan tersebut dikirimkan untuk anak mereka di kampung. "Bapak ibu saya carikan rumah, jadi ngga perlu ada biaya ngontrak. Tetep cari sampah seperti ini. Nanti sampah dari Kementerian Sosial bisa untuk bapak. Sambil saya ajari usaha. Masak mau terus kaya gini, ya. Mau ya," katanya dikutip dari Kementerian Sosial, Senin, (28/12/2020). Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta mengecam keras akun Youtube MY Asean yang menghina Indonesia dengan memparodikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam keterangan resmi yang diunggah sosial media Facebook Kedubes Malaysia mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan note terkait video yang telah menghina Indonesia yang diduga di upload dari Malaysia. Kedutaan menegaskan, pihak berwenang Malaysia sedang menyelidiki masalah tersebut, mengutip keterangan yang diunggah Minggu (27/12/2020). Kedubes Malaysia berjanji akan menindak tegas pengunggah parodi lagu jika terbukti pelaku pembuat dan pengunggah parodi lagu Indonesia Raya tersebut terbukti merupakan warga negara Malaysia.

Otoritas Malaysia akan melakukan penindakan tegas pada pelaku yang diterapkan sesuai hukum negara setempat. "Pemerintah Malaysia mengutuk keras segala bentuk tindakan provokasi negatif yang dapat mempengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia," tulisnya. Pemerintah Indonesia memberlakukan larangan masuknya warga negara asing ( WNA) dari seluruh negara ke Indonesia pada 1 14 januari 2021.

Hal itu disebabkan munculnya varian mutasi baru virus corona yang memiliki daya tular yang sangat cepat. Kebijakan tersebut diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/12/2020). "Menyikapi hal tersebut, rapat kabinet terbatas 28 Desember memutuskan untuk menutup sementara. Saya ulangi untuk menutup sementara dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021 masuknya warga negara asing atau WNA, dari semua negara ke Indonesia," kata Retno.

Adapun pemerintah mewajibkan WNA yang tiba di Indonesia sejak 28 sampai dengan 31 Desember untuk menunjukkan hasil negatif tes usap (PCR) dari negara asal yang berlaku, maksimal 2×24 jam sebelum jam keberangkatan. Wakil ketua umum MUI Anwar Abbas angkat bicara terkait pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri yang mengatakan, kelompok jaringan jamaah islamiyah (JI) mengincar anak cerdas dari Pondok Pesantren dengan ranking 1 hingga 10. Ia pun mempertanyakan, tujuan dan maksud pernyataan tersebut.

Menurutnya, data di Kementerian Agama menunjukkan, jumlah pesantren di Indonesia ini 26.973 buah. Berarti jumlah anak santri yang diincar sebanyak 260.973 anak didik. "Saya tidak mengerti dengan maksud dari pernyataan itu. Dan ketidakmengertian saya semakin bertambah tambah kalau saya kaitkan dengan jumlah pesantren di Indonesia."

Meski demikian, masalah terkait anak muda dan terorisme bukanlah hal yang sepele. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebut ada 12 lokasi pelatihan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah di Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers terkait terbongkarnya pusat latihan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

"Saya tidak bisa menyebutkan lokasinya, tapi ada 12 di Jawa Tengah, salah satunya di Ungaran," ungkap Argo dikutip dari tayangan Kompas TV. Argo menyebut lokasi pelatihan teroris di Ungaran berada di kawasan vila. "Beberapa rumah untuk pelatihan di sana," ujarnya.

Kepolisian pun sudah turun ke lapangan, melihat lokasi pelatihan Jamaah Islamiyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.