Keberadaan Aung San Suu Kyi Cs Masih Misteri Setelah Lebih 24 Jam Ditangkap

Keberadaan Aung San Suu Kyi Cs Masih Misteri Setelah Lebih 24 Jam Ditangkap

—Keberadaan pemimpin terpilih Myanmar Aung San Suu Kyi (75), Presiden Win Myint dan para pemimpin NLD lainnya masih tidak diketahui hingga Selasa (2/2/2021), lebih dari 24 jam setelah penangkapan oleh militer. Militer Myanmar tidak memberikan informasi tentang di mana mereka ditahan atau bagaimana kondisi terkini. Biksu Buddha Shwe Nya War Sayadawa, yang dikenal karena dukungannya yang blak blakan untuk NLD, juga termasuk di antara mereka yang ditangkap pada Senin (1/2/2021), kata pimpinan kuilnya. Biksu adalah kekuatan politik yang kuat di Myanmar yang mayoritas Buddha.

Suu Kyi menyerukan protes terhadap kediktatoran militer dalam sebuah pernyataan yang disiapkan untuk mengantisipasi penangkapannya dan dibebaskan pada hari Senin. Sebagai pemimpin sementara, Panglima angkatan bersenjata Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, yang telah mendekati masa pensiun, menjanjikan pemilu yang bebas dan adil dan serah terima kekuasaan kepada partai pemenang, tanpa memberikan jangka waktu. Mengkonsolidasikan kudeta, junta militer mencopot 24 menteri dan menunjuk 11 pengganti untuk mengawasi kementerian termasuk keuangan, pertahanan, urusan luar negeri dan dalam negeri.

Jalan jalan di Myanmar sepi dalam semalam selama jam malam yang sudah diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Pasukan dan polisi anti huru hara menguasai ibukota, Naypyitaw, dan pusat komersial utama Yangon. Pada Selasa pagi, koneksi telepon dan internet berjalan lagi. Namun tempat tempat seperti pasar yang ramai masih sepi dan bandara di pusat komersial Yangon ditutup.

Bank mengatakan mereka akan dibuka kembali pada Selasa (2/2/2021), setelah menangguhkan layanan pada Senin, di tengah aksi masssa buru buru untuk menarik uang tunai. Suu Kyi, Presiden Win Myint dan para pemimpin para pemimpin senior partai Liga Demokrasi (NLD) ditangkap pada dini hari, Senin (1/2/2021), kata juru bicara NLD Myo Nyunt kepada Reuters melalui telepon. Kepala hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan setidaknya 45 orang telah ditahan militer Myanmar.

Sebuah video yang diposting ke Facebook menunjukkan penangkapan anggota parlemen regional Pa Pa Han. Suaminya memohon kepada orang orang dengan pakaian militer berdiri di luar gerbang. Seorang anak kecil dapat terlihat menempel di dadanya dan meratap. Pasukan dan polisi anti huru hara berdiri di Yangon di mana penduduk berbondong bondong ke pasar untuk menimbun persediaan dan yang lain berbaris di ATM untuk menarik uang tunai. Bank menangguhkan layanan tetapi mengatakan mereka akan membuka kembali mulai Selasa (2/2/2021). Penahanan itu muncul setelah berhari hari ketegangan antara pemerintah sipil dan militer terjadi setelah pemilu terbaru, di mana partai Suu Kyi memenangkan 83 persen suara.

Pengambilalihan tentara akan menempatkan Myanmar "kembali di bawah kediktatoran", kata pernyataan yang telah ditulis sebelumnya di Facebook seperti mengutip Suu Kyi. "Saya mendesak orang orang untuk tidak menerima ini, untuk menanggapi dan dengan sepenuh hati untuk memprotes kudeta oleh militer," katanya. Reuters tidak dapat menghubungi pejabat NLD mana pun untuk mengkonfirmasi kebenaran pernyataan tersebut.

Para pendukung militer merayakan kudeta melalui Yangon dengan truk pickup dan melambaikan bendera nasional. "Hari ini adalah hari di mana orang orang bahagia," kata salah seorang biksu nasionalis kepada kerumunan orang dalam video yang dipublikasikan di Facebook. Aktivis demokrasi dan pemilih NLD merasa ngeri dan marah. Empat kelompok pemuda mengutuk kudeta itu dalam pernyataan dan berjanji untuk "berdiri bersama rakyat" tetapi tidak mengumumkan tindakan spesifik.

"Negara kami adalah burung yang baru saja belajar terbang. Tetapi sekarang tentara mematahkan sayap kami," kata aktivis mahasiswa Si Thu Tun. Pemimpin senior NLD Win Htein mengatakan dalam sebuah postingan Facebook pengambilalihan kekuasaan oleh panglima angkatan bersenjata menunjukkan ambisinya daripada kepedulian terhadap negara. Alasan Tahan Suu Kyi Cs

Militer Myanmar mengungkap alasan penahanan terhadap pemimpin de facto hasil pemilu Aung San Suu Kyi dan para pemimpin senior partai Liga Demokrasi (NLD), pada Senin (1/2/2021). Bukan hanya Aung San Suu Kyi yang ditahan, para pemimpin senior partai Liga Demokrasi (NLD) turut juga diamankan militer. Presiden Myanmar Win Myint juga ikut ditahan. Reuters melaporkan, Senin (1/2/2021), Aung San Suu Kyi dan elite partai Liga Demokrasi ditahan dalam penggerebekan dini hari oleh militer Mynmar.

Militer Myanmar mengatakan pihaknya melakukan penahanan terhadap para pemimpin senior pemerintah sebagai tanggapan atsa kecurangan pemilihan umum tahun lalu. Hal ini disampaikan militer dalam video yang disiaran stasiun televisi milik militer setelah Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi ditahan. Dalam video yang disiarkan di televisi milik militer, diumumkan kekuasaan telah diserahkan kepada panglima angkatan bersenjata, Jenderal Senior Min Aung Hlaing.

Telepon dan Internet Sulit Diakses Saluran telepon dan koneksi internet terganggu di ibukota Naypyitaw dan pusat kota komersial utama Yangon, setelah militer Mynmar merebut kekuasaan dan menahan pemimpin de fakto Aung San Suu Kyi, pada Senin (1/2/2021). Bukan hanya Aung San Suu Kyi yang ditahan, para pemimpin senior partai Liga Demokrasi (NLD) turut juga diamankan militer. Reuters melaporkan, Senin (1/2/2021) , Aung San Suu Kyi dan elite partai Liga Demokrasi ditahan dalam penggerebekan dini hari oleh militer Mynmar.

“Militer mengambil alih balai kota di Yangon dan data internet seluler dan layanan telepon di kubu NLD terganggu,” kata warga. “Konektivitas internet juga telah turun drastis,” kata layanan pemantauan NetBlocks. Militer Mynmar mengambil alih kekuasaan atas pemerintah selama setahun dan mengumumkan keadaan darurat.

Hal itu diumumkan setelah pemimpin teripilih secara demokratis Aung San Suu Kyi ditahan oleh militer Mynmar, Senin (1/2/2021). Reuters melaporkan, Senin (1/2/2021) , Aung San Suu Kyi dan elite partai Liga Demokrasi ditahan dalam penggerebekan dini hari oleh militer Mynmar. Kini kekuasaan diserahkan kepada panglima militer Mynmar, Jenderal Min Aung Hlaing.

Seorang juru bicara militer tidak menjawab panggilan telepon untuk mencari komentar lebih lanjut terkait kondisi terkini. Juru bicara NLD Myo Nyunt membenarkan Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Myint dan para pemimpin NLD lainnya telah ditahan. “Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Myint dan para pemimpin NLD lainnya telah "diambil" pada dini hari,” kata juru bicara NLD Myo Nyunt kepada Reuters melalui telepon.

Dia meminta agar tidak menanggapi hal ini secara gegabah dan membiarkan hukum berjalan sesuai aturan berlaku. "Saya ingin memberi tahu orang orang kami untuk tidak menanggapi dengan gegabah dan saya ingin mereka bertindak sesuai dengan hukum," katanya. Dia menambahkan bahwa dia bisa juga akan ikut ditahan bersama Suu Kyi.

Reuters kemudian tidak dapat menghubunginya. Penahanan itu muncul setelah berhari hari meningkatnya ketegangan antara pemerintah sipil dan militer yang membangkitkan kekhawatiran akan adanya kudeta setelah pemilihan.(Reuters/AP/AFP/BBC/Channel News Asia)

Leave a Reply

Your email address will not be published.