Sikap KONI Soal Atlet yang Tak hendak Vaksinasi Covid-19

Sikap KONI Soal Atlet yang Tak hendak Vaksinasi Covid-19

– Pemerintah Indonesia kini tengah serius memerangi pandemi Covid 19. Berbagai cara telah dilakukan mulai dari kampanye 3M, menerapkan PSBB hingga yang terbaru Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat se Pulau Jawa dan Bali. Satu cara lain yang dinilai jadi penangkal ampuh Covid 19 yakni Vaksin pun mulai dikampanyekan pemerintah. Presiden Joko Widodo jadi orang pertama yang menerima vaksin Covid 19 pada 13 Januari lalu.

Vaksinasi Covid 19 nantinya akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Begitu juga dengan atlet atlet Indonesia yang banyak tampil di ajang internasional. Apalagi, atlet atlet Indonesia sudah diajukan agar bisa mendapatkan prioritas vaksin Covid 19 khususnya yang bakal tampil di kejuaraan kejuaraan di luar negeri. “Contoh Boston marathon, itu sudah mulai menerapkan pesertanya, ofisialnya mereka harus divaksin untuk boleh ikut,” sambungnya.

Sementara itu apabila ada atlet Indonesia yang tak mau divaksin, eks Kepala BIN tersebut mengatakan mereka nantinya akan terbentur dengan aturan aturan terbaru yang bisa saja meniru ajang Boston Marathon. Marciano sendiri meyakini ke depan, setiap event kejuaraan akan meminta data setiap atlet bebas dari Covid 19. “Tentunya syarat seseorang untuk divaksin kan sudah ada dan juga ada syarat yang tidak boleh divaksin apakah dia pernah sakit covid atau punya alergi. Tapi di dalam perkembangan situasi seperti sekarang ini dimana upaya memberikan vaksin rakyatnya itu tidak hanya berlaku di Indonesia tapi juga dunia,”

“Jadi kalau ada atlet yang tidak mau divaksin, itu pilihan mereka. Berarti juga membatasi ruang gerak mereka untuk ikut dalam event internasional bergengsi untuk yang bersangkutan dan juga menghilangkan harapan atlet dari negara kita untuk dapat prestasi tertinggi,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.